Langsung ke konten utama

Love Lies *cerpen*

*Hay semuaaaaa…. Apa kabar? Penulis yang selalu galau hadir… Nih, ada cerpen baru. Jujur, ini berdasarkan pengalaman penulis.  Semuanya nyata, Cuma namanya aku samarin, ntar malah tau dianya… Bagi yg ga suka sama postingan ini bisa kirim inbox ato langsung komen di bawa. Dan juga, di sini gak ada dialogx, Cuma narasi gitulah.. So… C*E*K*I*D*O*T…. :P *

Hay, anamku Via. Aku mau menceritakan sedikit pengalaman menyakitkanku dengan cinta dan kasih sayang. Dan… Inilah kisahku…

Aku kenal dia dari salah satu akun jejaring sosialku. Dan aku juga mendapat nomer HPnya dari kakakku, Shilla. Alvin, aku memanggilnya Ko AJS, singkatan namanya. Sedang Ko Ajs memanggilku, Meme Via. Awal perkenalan, kami cukup akrab. Apalagi semenjak Ko AJS putus dengan pacarnya yang bernama Acha. Hubungan kami makin dekat. Setiap hari selalu smsan, apalagi saat itu aku dan Ko AJS tidak bersekolah.

Kami sering seru-seruan bareng waktu itu. Sering ngalong barenga, karena itu hobinya dia. Selain smsan denganku Ko AJS juga smsan dengan adik sepupuku, Ozy. Semua terasa indah saat itu.
Selang beberapa waktu, Ko AJS kembali memiliki kekasih. Aren namanya. Namun syang, hubungan mereka nggak bertahan lama, hanya sekitar beberapa minggu. Itu karena Ko AJS menyukai cewek lain. Zevana, atau akrab disapa Zeze. Kali ini, Ko AJS tidak beruntung. Tepat tanggal 26 bulan ketujuh di tahun ini, Zeze memutuskan Ko AJS.
Entah mengapa ada desiran aneh saat aku tau kalau Ko AJS putus dengan Zeze. Secara tak terduga, Ko AJS mengajakku berpacaran saat itu, semalam setelah ia putus dengan Zeze. Aku menolaknya, karena aku masih trauma dengan kisah cintaku dulu bersama Rio. Aku memintanya untuk menunggu.
Ko AJS bersedia menungguku, aku mengatakan aku akan mengatakan jawabanku saat aku kembali ke kota asalku, yang di mana jarak antara rumah Ko AJS dengan kotaku tidak terlalu jauh, pada bulan Desember. Setelah hari itu, kami sudah seperti orang berpacaran.
Kissing<melalui telepon="" dan="" sms=""> , pokoknya mesra banget. Kami juga bernyanyisatu lagu Jepang yang menurut kami bagus. Suara Ko AJS bagus banget, dia juga pintar bermain gitar. Dan dia suka berpuisi.</melalui>
Tapi semua itu perlahan menghilang. Yah, menghilang setelah dia memiliki kekasih baru. Kali ini bernama Agni. Cewek itu berhasil mendapatkan hati Ko AJS, dan berhasil membuat aku sedikit merasa kehilangan sosok Ko AJS. Aku mencoba mendapatkan perhatian Ko AJS lagi dengan bersikap kekanak-kanakkan. Aku sering marah-marah padanya, menyindirnya. Aku melakukan itu semua hanya karma aku ingin mendapat perhatiannya lagi. Aku berhasil. Ko AJS kembali padaku, walau tak seperti Ko AJS-ku yang dulu.
Zeze kembali. Dia kembali dekat dengan Ko AJS. Dan Ko AJS kembali hilang dariku. Lagi-lagi aku menunjukkan sikap kekanak-kanakkanku. Kali ini lebih parah, aku sering bicara kasar, yang sebenarnya bukan diriku. Memang dia kembali, namun aku semakin tak mengenalnya. Kokoku berubah.
Dan saat paling menyakitkan bagiku adalah saat Ko AJS mengatakan dia hanya bermain-main saat mengajakku berpacaran, dan yang sebenarnya adalah dia menyukai kakakku. SHAT! Luka itu muncul lagi. Aku menangis mendengarnya. Sakit, Tuhan.
Konflik itu selesai, hubunganku mulai membaik. Namun hanya sekedar Kakak dan Adik, Meme dan Koko. Nggak ada lagi kissing-kissing seperti dulu, nggak ada lagi nyanyi lagu jepang itu lagi. Aku merindukan semua itu.
Saat kami mulai membaik, dia mulai menghilang kembali. Kali ini ia benar-benar hilang. Yang paling menyakitkan adalah kepengecutannya yang tak mau mengatakan secara langsung padaku bila ia ingin aku pergi dari hidupnya. Dia malah mengatakannya di jejaring social. aku terjatuh lagi, aku menangis kembali karena Ko AJS.
Akhirnya, hubungan kami tak pernah membaik. Tak pernah seperti dulu. Dia telah mengatakan dia tak mau punya adik sepertiku. Aku membalasnya, aku juga mengatakan aku juga tak mau punya kakak seperti dia. Tapi kenyataannya aku tak bisa. Dia Kokoku, dan akan selalu jadi Kokoku. Aku sayang kamu ko, walau kamu udah nggak anggep aku lagi. Sayang banget…

*Akhirnyaaaaaaaaaa… selesai juga cerita ini… soory gede kalo ceritanya jelek, aneh, gaje, nggak nyambung, pendek dan sebagainya. Maklumin aja ya, penulis maish galau banget. Bagi yang ke tag tapi nggak suka bisa bilang ke aku, ntar aku remove tagnya. Jangan lupa, L n C ya, kalo kalian suka… GBU ALL… *

Postingan populer dari blog ini

[DRABBLE] : DON’T SICK AGAIN, YO… Pagi itu, saat upacara bendera, aku melihatnya yang tiba-tiba berlari. Semua mata menatap dirinya yang memucat. Ya ampun, dia kenapa? Aku pun memutuskan untuk mengikutinya. Dan ternyata, dia berlari ke arah toilet. Toilet cowok.
Sesampai di toilet, aku bias mendengar suara orang muntah, yang kuyakini adalah dirinya. Sesekali terdengar batuk yang keras dan rintihan menahan rasa sakit. Aku harus masuk dan melihatnya. Aku sudah tidak peduli dengan status tempat ini yang bernama ‘toilet cowok’.

[Cerpen] Biakan Aku Pergi

Biakan Aku Pergi
#Ini pengganti yang ‘The Last Valentine’. Kenapa aku ganti? Karna feel cerita yang judulnya itu udah ga ada lagi. udah memudar *cielah bahasa gue—a* Ini aku pake CakShil kok, tenang, masih menuhin request’an Kakak Nia Sumiati tercintah *eh! Dan masih sesuai request’an kok. So, mending lanjut aja yaa... Happy reading, don’t forget to comment and give your thumbs, right!#
“Aku mau kita putus.”ucap Cakka pada Shilla.
“Putus? Kenapa?”tanya Shilla sambil menatap Cakka dalam, berusaha mencari kebohongan di manik mata Cakka, tapi nihil.
“Aku udah ga nyaman sama kamu.”jawab Cakka.
“Gitu?” “Iya.”jawab Cakka –lagi-
“Oke, kita putus.”ujar Shilla lalu beranjak dari kursinya, berniat pergi dari cafe.
Cakka mengusap wajahnya saat punggung Shilla mulai menghilang dari pandangannya. Dadanya terasa terhimpit saat mengatakan kata ‘putus’ tadi. Jujur saja, semuanya yang ia ucapkan tadi adalah bohong belaka. Cakka masih sangat menyayangi Shilla, dan masih nyaman di sebelah Shilla. Tapi C…