Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Januari, 2015

[CERPEN] This Is My Happiness *sekuel UNTITLE*

Title : This is My Happiness (ONESHOOT) Author : Tata Lolyta Genre : Romance, drama, sad, happy ending J Length : 6 page, 2089 word with space Summary : Cuma khayalan aja sih... Ada harapan ini akan jadi kenyataan di masa depan...
Jembatan itu, hanya akan berhasil terbangun Jika ada perdamaian antara individunya
Nothing is imposible at this world, you need to believe that!
Aku menghembuskan nafas keras saat kedua kakiku menjejaki bebatuan di Pantai Kenjeran. Ini pertama kalinya semenjak aku kembali ke kota ini dua tahun lalu. Aku tak cukup berani untuk membawa hatiku ke tempat ini. Segala kenangan di tempat ini, masih melekat erat di otakku walau sudah berselang lebih dari lima tahun.
Aku menatap hamparan air asin di depanku sambil merentangkan kedua tanganku. Sungguh lucu melihat tingkahku saat ini jika mengingat kenyataan bahwa kini aku bukan lagi seorang remaja kelas dua SMA. Dan, tanpa bisa ku cegah, mataku terasa panas, pandanganku mulai buram karena air mata.

Aku Masih Seperti Dulu...

*Ini cuma cerpen iseng aja, gara-gara galau dibuang gitu aja sama cowok yang punya nama tokoh di sini. Cekidot aja langsung yaa...*
Aku menutup laporan terakhir sore ini. Yah, aku sekarang sudah kerja di salah satu perusahaan besar di Surabaya. Sudah hampir dua tahun aku mengabdikan diri di tempat ini.
"Tok Tok..."
Tiba-tiba terdengar bunyi pintu diketuk. Aku menyuruh si pengetuk untuk masuk ke ruanganku. Mungkin sekretarisku, atau mungkin Kak Sendy, sahabatku di kantor.
Pintu terbuka, aku menyibukkan diri dengan smartphone-ku. Tapi, saat aku mendongakkan kepalaku, tubuhku terasa kaku seketika. Untung saja, aku sudah meletakkan smartphone-ku di meja.
"Lyta..."

MOVE ON

MOVE ON
Udah ada beberapa kali Ko Rico ngehubungin aku setelah putus. Waktu pertama kali dia telpon, pas itu aku baru kehilangan handphone-ku yang baru. Pas aku memang lagi butuh temen ngobrol sih. Sayangnya, dia cuma telpon aku sebentar aja. Hihi, ga papa sih, mungkin aja dia masih keinget sama kecewanya ke aku waktu putus. Terus yang kedua, itu aku yang telpon duluan. Pas hari ulang tahunnya Mami. Aku cuma pengen ngobrol aja sama dia. Awalnya, aku agak ragu mau telpon, tapi aku telpon aja deh. Terus cerita-cerita deh, soal kabar, soal kapan dia pindah ke Sumbawa, banyak hal. Lagi-lagi cuma sebentar. Dan, yang terakhir adalah kemarin. Pas hari natal, meskipun agak telat, tapi ya dia ngucapin ‘merry christmas’ juga. Pas mau nutup telpon, aku coba goda dia.
(M=me, K=KoRico)
M : Ini telpon cuma mau bilang gitu tah? K : Iya... M : Oh, kirain kangen sama aku... Haha.. K : Ga lah (jawabnya cepet)

[Cerpen] Berakhir

Title : BERAKHIR Author :’TaLyt’ Tata Lolyta Genre : Sad, Romance, Hurt *maybe
Soundtrack : Harus Terpisah – Cakra Khan
Cuap-cuap(?) : Holeee, akhirnya bisa juga nulis cerpen, sempet juga akhirnya. Oya, peringatan nih sebelumnya, sebelum baca, tolong berdoa sesuai keyakinan masing-masing dulu ya, biar nanti selesai baca tetep baik-baik aja XD Oke, cuss aja yuk langsung ke TE-KA-PE *pinjem gaya Dalang Parto
IDE CERITA DAN NASKAH CERITA INI MILIK AUTHOR, MURNI, GA ADA UNSUR NYURI DARI CERITA ORANG, BILA ADA KESAMAAN, ANGGAPLAH HANYA KEBETULAN SEMATA.
One-self pov
Aku melangkah menuju rumahku dengan ditemani rintikan air dari langit. Yah, bumiku sedang diguyur hujan, setelah sekian lama air hujan enggan turun. Aku berjalan cepat sembari menutupi kepalaku dari air hujan. Namun langkahku terhenti.
Aku melihat sesosok tubuh yang sedang meringkuk di depan sebuah toko yang tutup. Ia kedinginan. Tangannya melipat di dadanya. Aku mendekatinya dan menepuk pelan pundaknya. Tubuh berbalut baju putih, yan…

[Cerpen] Biakan Aku Pergi

Biakan Aku Pergi
#Ini pengganti yang ‘The Last Valentine’. Kenapa aku ganti? Karna feel cerita yang judulnya itu udah ga ada lagi. udah memudar *cielah bahasa gue—a* Ini aku pake CakShil kok, tenang, masih menuhin request’an Kakak Nia Sumiati tercintah *eh! Dan masih sesuai request’an kok. So, mending lanjut aja yaa... Happy reading, don’t forget to comment and give your thumbs, right!#
“Aku mau kita putus.”ucap Cakka pada Shilla.
“Putus? Kenapa?”tanya Shilla sambil menatap Cakka dalam, berusaha mencari kebohongan di manik mata Cakka, tapi nihil.
“Aku udah ga nyaman sama kamu.”jawab Cakka.
“Gitu?” “Iya.”jawab Cakka –lagi-
“Oke, kita putus.”ujar Shilla lalu beranjak dari kursinya, berniat pergi dari cafe.
Cakka mengusap wajahnya saat punggung Shilla mulai menghilang dari pandangannya. Dadanya terasa terhimpit saat mengatakan kata ‘putus’ tadi. Jujur saja, semuanya yang ia ucapkan tadi adalah bohong belaka. Cakka masih sangat menyayangi Shilla, dan masih nyaman di sebelah Shilla. Tapi C…
[DRABBLE] : DON’T SICK AGAIN, YO… Pagi itu, saat upacara bendera, aku melihatnya yang tiba-tiba berlari. Semua mata menatap dirinya yang memucat. Ya ampun, dia kenapa? Aku pun memutuskan untuk mengikutinya. Dan ternyata, dia berlari ke arah toilet. Toilet cowok.
Sesampai di toilet, aku bias mendengar suara orang muntah, yang kuyakini adalah dirinya. Sesekali terdengar batuk yang keras dan rintihan menahan rasa sakit. Aku harus masuk dan melihatnya. Aku sudah tidak peduli dengan status tempat ini yang bernama ‘toilet cowok’.

[Oneshoot] Akhirnya, Semua Berbahagia (Sekuel Aku Mencintaimu, Tapi Dulu)

Title : AKHIRNYA, SEMUA BERBAHAGIA *SEKUEL AKU MENCINTAIMU, TAPI DULU* Author : TaLyTa Genre : Find by yourself Length : Oneshoot – Shortstory Enjoy it!
Aku duduk diam di depan cermin meja riasku yang berhiaskan mawar putih dan pink. Aku memandangi tatanan wajah dan rambutku di kaca itu. Senyuman manis terpatri indah di bibirku. Hari ini adalah hari pertunanganku dengan Ajun. Akhirnya, hari yang ku tunggu pun tiba. Tiba-tiba, pintu kamarku diketuk, aku pun menyuruh pengetuk itu masuk.
Aku menoleh saat pintu berwarna putih itu dan tersenyum lagi saat mendapati mamaku dengan balutan kebaya modernnya menghampiriku. Mama mengelus pipiku lembut lalu mengecupnya sekilas. Mama, anakmu sudah dewasa, mengapa memperlakukannya masih seperti anak kecil, gerutuku dalam hati.

[Cerpen] IRUS

IRUS
Jazz biru-ku memasuki halaman sebuah rumah bernuansa Eropa. Ah, aku merindukan rumah ini. Aku lalu melangkah masuk ke rumah ini setelah mobilku berhenti dengan sempurna di depan pintu utama. Tanganku mengetuk beberapa kali, hingga akhirnya, seorang wanita paruh baya membukakan pintu dengan sebuah senyuman yang terukir indah.
“Ah, Mbak Lyla... Apa kabar, Mbak? Lama ga ke sini lho...”ujar wanita itu, Bik Inah, pembantu rumah ini.
Aku tersenyum. “Iya, Bik, saya lagi sibuk skripsi, jadi susah cari waktu buat ke sini...”jawabku.
“Oh gitu... Oh iya, masuk, Mbak...”Bik Inah mempersilahkan aku masuk.
Aku melangkah masuk ke dalam rumah itu. Suasana rumah bernuansa Eropa langsung menyergapku, di sini juga dingin. Tapi, langkahku terhenti saat melihat sebuah foto berukuran besar terpampang di ruang keluarga. Foto keluarga. Keluarga yang terlihat cukup bahagia. Sesosok laki-laki muda di sebelah kanan seorang wanita berusia sekitar empat puluh tahunan menyita perhatianku. Aku menoleh pada Bik Ina…

[Puisi] Sayap yang Hilang

Di tengah malam yang pekat Udara kian mendingin Pada sebuah taman Seseorang duduk di bawah pohon ara Tanpa memakai pakaian atasnya Di balik punggungnya Tetesan darah turun perlahan dar sana Seiring dengan rintihan dari bibirnya
Aku menghampirinya Dia hanya memandangku sekejao Lalu menunduk dan kembali merintih Aku bertanya, kenapa Dia tetap merintih Aku bertanya lagi, ada apa Dia pun menatapku

Hujan Kala Itu...

©©©
Gisel baru pulang dari sekolah karena ada tugas tambahan dari gurunya. Perlahan gerimis mulai turun. Gisel tidak memedulikannya karena emang dasarnya Gisel suka sama gerimis. Tapi lama kelamaan gerimis berubah menjadi hujan yang cukup deras. Dengan sedikit terpaksa, Gisel berlari mencari tempat berteduh.
Gisel sampai di sebuah gubuk kecil yang tak asing baginya. Di gubuk ini, Gisel bertemu dan mengenal seseorang yang kini sudah tiada. Rintik hujan yang makin deras membawanya kembali mengingat kejadian pada masa silam.
Kejadian setahun lalu sama persis dengan kejadian saat ini. Gisel menatap pasrah rintik hujan yang makin deras di hadapannya. Kalo udah gini, mau gimana?tanya Gisel pada dirinya sendiri. Pada saat yang bersamaan, seorang cowok dengan seragam SMP, sama sepertinya, berlari kecil menuju gubuk itu.
“Duh, gimana nih… Pake acara ujan segala…”gerutu cowok itu.
“Yah, udah waktunya ujan, mas…”jawab Gisel.
“Eh, ada lo… Gue pikir lo kunti gubuk ini…”balas cowok itu sambil setengah me…

[Drabble] Prosesnya yang Berharga, Al...

[DRABBLE] : Prosesnya yang Berharga, Vin…

Sore ini, sepulang sekolah, aku dan Alvin kembali belajar bersama. Memang besok tidak ada jadwal ulangan atau tes, tapi siapa yang tau kalau tiba-tiba besok ada tes mendadak? Dan Alvin, selalu tidak siap untuk itu. Dan lagipula, aku memang ditugasi untuk mengajari Alvin yang memiliki nilai kurang.
“Al, hari ini kita belajar Inggris, ya.” ucapku.
“Huum” jawab Alvin yang msih memainkan PSP-nya.
Aku mendengus kesal. Anak ini. Dengan sekali gerakan, aku berhasil merebut PSP berwarna putih itu. Alvin mendongak dengan mempoutkan bibirnya. Ekspresinya sungguh menggemaskan.
“Ga usah ngambek, Al. udah ga mempan. Ayo belajar.”jJawabku dengan menahan tawa.

[Drabble] Aku Cemburu

Title : Aku Cemburu Author : TaLyTa Cast : Aldo >< Lyra Genre : Romance Length : Um... maybe drabble, maybe oneshoot, I dunno>< Rate : General *kecuali bayi umur 1-5 th dan yang masih dalam kandungan* ENJOY IT!
Aku hanya dapat terdiam dari tempatku, melihatnya mendekatimu dan menyeka keringatmu yang bercucuran sehabis bermain basket. Kau tak pernah mengijinkan aku melakukannya, tapi kau malah membiarkannya melakukan itu.
Perlahan, tanganku mengurut pelan dadaku yang terasa sesak. Aku cemburu. Aku pun bangkit dan meninggalkan tempatku. Aku bisa mati sesak jika terus di sini. Lebih baik aku pulang dan mendekap bantalku saja.

[Oneshoot] Aku Mencintaimu, Tapi Dulu

Title : AKU MENCINTAIMU, TAPI DULU Author : TaLyTa Genre : Find by yourself Length : Oneshoot - Shortstory Enjoy it!
Sore itu, hujan tampak turun satu-satu, membasahi tembok kaca cafe ini. Aku menyesap pelan capuccino-ku sambil sesekali memandangi titik-titik air di tembok.  Sekilas, aku melirik jam dinding di sudut cafe. Ouh, sudah dua pulh menit. Kemana dia? Bukankah dia yang mengajakku bertemu, menagapa dia sendiri yang terlambat? Aku mendengus. Dalam hati, aku berkata, bila sepuluh menit lagi ia tak datang, aku akan pergi.
“CKLING”terdengar bunyi lonceng di pintu cafe yang lucu, tanda ada seseorang yang memasuki cafe ini.
“Lyana... Maaf, aku terlambat...”ujarnya dengn rambut basah, ternyata dia. “Oh, tak apa. Duduklah.”jawabku.