Hai :)
Kalian boleh share apapun dari blog ini, tapi jangan di copy paste ya...
Terima kasih ^^

Kamis, 02 Juni 2016

SAD FRIENDSHIP STORY part 3

Cast: Valerie-Rama
Genre: Friendship, Sad
Rate: G

 #CORET-CORET: Halooo? Ini part 3 nya.. Langsung di baca aja yaa.. Dan, maaf kalo sedikiiiit banget... Emang sengaja dibikin sesedikit mungkin, tapi bisa menimbulkan rasa penasaran dari kalian... So, langsung aja ya dibaca.. Jangan lupa, habis itu dikomen, dishare, dan blognya difollow, Maacih

Valerie’s side

Berkali-kali Valerie melirik pintu kelasnya sambil terus mencatat materi yang ada di papan tulis. Gerak-gerik Valerie benar-benar seperti menunggu seseorang untuk datang, entah siapa yang ditunggunya, tidak ada yang tahu. Ah, jangan lupakan desahan-desahan kesal Valerie yang selalu keluar saat dia menyadari orang yang ditunggunya, tidak pernah muncul.

“Lo nyariin siapa sih,Val?”tanya Dhea, gadis yang duduk di depan Valerie sambil berbisik karena tidak ingin membuat berisik.

TEKNOLOGI DALAM KEHIDUPAN SEHARI-HARI

Jaman sekarang adalah jaman yang penuh dengan teknologi. Apa saja dampaknya? Dan, bagaimana cara kita menghadapi perkembangannya yang luar biasa pesat itu? Berikut saya lampirkan data yang berisi cara menyikapi teknologi tersebut...

Rabu, 01 Juni 2016

SAD FRIENDSHIP STORY part 2

Cast: Valerie-Rama
Genre:  Firiendship, Sad
Rate: G

-Rama’s side-
Rama benar-benar kaget saat selesai mengerjakan sketsa barunya dan mendapati seorang gadis berambut cokelat duduk di sebelahnya. Seketika, rasa amarah meluap di hatiya. Dia sudah meminta pada semua orang di kelas untuk tidak menduduki bangku di sebelahnya ini, tapi mengapa gadis ini bisa duduk dengan tenangnya. Dan karena tidak ingin amarah itu semakin menjadi, Rama pun memilih untuk keluar kelas, lagipula materi yang diajarkan Miss Linda itu sudah sangat dia mengerti.

Setelah keluar dari kelas dengan emosi tinggi, Rama memilih duduk di danau belakang sekolah, tempat favoritenya di sekolah. Rama menyenderkan badannya di sebuah pohon besar yang memang selalu menemaninya di sini. Rama memasang kembali headset merahnya lalu mengambil buku sketsanya.