Langsung ke konten utama

Tentang Comeback Nulis~

Sebelum postingan ini, ada postingan berjudul "SAD FRIENDSHIP STORY" kan?
Yup, sesuai namanya, postingan itu adalah cerita, tapi aku gak bisa melabeli itu sebagai cerbung atau apa, soalnya aku sendiri gak bisa memastikan akan seberapa panjang cerita ini...

Dan tujuanku nulis postingan yang ini adalah, aku mau buka-bukaan tentang asal usul ide cerita itu.


Jadi, cerita ini aku dapetin pas tidur. Dengan kata lain, dari mimpi. 
Em...dua hari yang lalu kayaknya, aku agak malem sih tidurnya, dan pas tidur itu tiba-tiba aku jadi ngerasa kayak ngeliat film atau apapun itu (aku gak tau namanya) yang isinya adalah alur cerita dari "SAD FRIENDSHIP STORY". Pokoknya inti ceritanya itu tentang pertemanan, dan yang pasti sad ending. Aku gak mau ngasih tau sih, soalnya nanti jadi gak surprise kan?


So, akhir kata *ciyeilah*, baca yaaa ceritanya, dikomentarin juga, dan yang pasti, difollow blognya..

Bedewe, untuk lanjutan ceritanya, aku usahain aku posting besok, ini juga udah dalam proses pembuatan. Ditungguin yaa... :D

Postingan populer dari blog ini

[DRABBLE] : DON’T SICK AGAIN, YO… Pagi itu, saat upacara bendera, aku melihatnya yang tiba-tiba berlari. Semua mata menatap dirinya yang memucat. Ya ampun, dia kenapa? Aku pun memutuskan untuk mengikutinya. Dan ternyata, dia berlari ke arah toilet. Toilet cowok.
Sesampai di toilet, aku bias mendengar suara orang muntah, yang kuyakini adalah dirinya. Sesekali terdengar batuk yang keras dan rintihan menahan rasa sakit. Aku harus masuk dan melihatnya. Aku sudah tidak peduli dengan status tempat ini yang bernama ‘toilet cowok’.

[Cerpen] Biakan Aku Pergi

Biakan Aku Pergi
#Ini pengganti yang ‘The Last Valentine’. Kenapa aku ganti? Karna feel cerita yang judulnya itu udah ga ada lagi. udah memudar *cielah bahasa gue—a* Ini aku pake CakShil kok, tenang, masih menuhin request’an Kakak Nia Sumiati tercintah *eh! Dan masih sesuai request’an kok. So, mending lanjut aja yaa... Happy reading, don’t forget to comment and give your thumbs, right!#
“Aku mau kita putus.”ucap Cakka pada Shilla.
“Putus? Kenapa?”tanya Shilla sambil menatap Cakka dalam, berusaha mencari kebohongan di manik mata Cakka, tapi nihil.
“Aku udah ga nyaman sama kamu.”jawab Cakka.
“Gitu?” “Iya.”jawab Cakka –lagi-
“Oke, kita putus.”ujar Shilla lalu beranjak dari kursinya, berniat pergi dari cafe.
Cakka mengusap wajahnya saat punggung Shilla mulai menghilang dari pandangannya. Dadanya terasa terhimpit saat mengatakan kata ‘putus’ tadi. Jujur saja, semuanya yang ia ucapkan tadi adalah bohong belaka. Cakka masih sangat menyayangi Shilla, dan masih nyaman di sebelah Shilla. Tapi C…