Langsung ke konten utama

Lettercanteen.com | Open The Door to The World

Hai...
Kali ini aku gak bikin cerpen, opini, atau lainnya, tapi aku mau promosi websiteku yang sudah berjalan hampir 1 tahun ini.
Sebut saja LETTERCANTEEN
Ini, logonya...
Apa sih lettercanteen ini?
Secara harafiah (halah) lettercanteen memiliki arti sebagai kantin surat. Filosofinya, kita kalo buka lettercanteen bisa berasa lagi di kantin karena punya banyak menu konten yang segar, aktual, dan terperaya (ini ceritanya ngambil slogannya lip**an* wkwkwk)


Isinya? Ya yang kayak aku bilang di atas, macem-macem. Ada kesehatan, psikologi, teknoloogi, seni, tutorial-tutorial, opini, dan maaaassssiiiiihhh banyak lagi.


Bahasanya? Inggris mabro...
Kenapa kita pake bahasa Inggris sebagai main language? Alasannya klise sih, supaya go international, tapi selain itu juga sekalian belajar biar lebih pinter Inggris lagi. Tapi tenang aja, udah ada panel translator di sebelahnya (kayak yang ada dii sini), so yang Inggrisnya belum cukup mahir (kayak saya) bisa klik panel tersebut...


Eh, kalian juga boleh kalo mau sumbang tulisan, tema apapun, bentuk apapun, asal masih fresh dari oven. Maksudnya, belum pernah diposting di media manapun, baik cetak ataupun sosial. Masalah bahasa, kalo kalian mau bisa translate sendiri, tapi kami juga punya staff translator, jadi bisa dibantu translate. Untuk info lebih jelas soal gimana caranya sumbang tulisan, bisa tanya lewat line aja  (@chiau1610), okaaay?



So, akhir kata, jangan lupa visit Lettercanteen.com, subscribe websitenya, like fanpagenya, follow instagramnya, share artikelnya ^^


See you...

Postingan populer dari blog ini

[DRABBLE] : DON’T SICK AGAIN, YO… Pagi itu, saat upacara bendera, aku melihatnya yang tiba-tiba berlari. Semua mata menatap dirinya yang memucat. Ya ampun, dia kenapa? Aku pun memutuskan untuk mengikutinya. Dan ternyata, dia berlari ke arah toilet. Toilet cowok.
Sesampai di toilet, aku bias mendengar suara orang muntah, yang kuyakini adalah dirinya. Sesekali terdengar batuk yang keras dan rintihan menahan rasa sakit. Aku harus masuk dan melihatnya. Aku sudah tidak peduli dengan status tempat ini yang bernama ‘toilet cowok’.

[Cerpen] Biakan Aku Pergi

Biakan Aku Pergi
#Ini pengganti yang ‘The Last Valentine’. Kenapa aku ganti? Karna feel cerita yang judulnya itu udah ga ada lagi. udah memudar *cielah bahasa gue—a* Ini aku pake CakShil kok, tenang, masih menuhin request’an Kakak Nia Sumiati tercintah *eh! Dan masih sesuai request’an kok. So, mending lanjut aja yaa... Happy reading, don’t forget to comment and give your thumbs, right!#
“Aku mau kita putus.”ucap Cakka pada Shilla.
“Putus? Kenapa?”tanya Shilla sambil menatap Cakka dalam, berusaha mencari kebohongan di manik mata Cakka, tapi nihil.
“Aku udah ga nyaman sama kamu.”jawab Cakka.
“Gitu?” “Iya.”jawab Cakka –lagi-
“Oke, kita putus.”ujar Shilla lalu beranjak dari kursinya, berniat pergi dari cafe.
Cakka mengusap wajahnya saat punggung Shilla mulai menghilang dari pandangannya. Dadanya terasa terhimpit saat mengatakan kata ‘putus’ tadi. Jujur saja, semuanya yang ia ucapkan tadi adalah bohong belaka. Cakka masih sangat menyayangi Shilla, dan masih nyaman di sebelah Shilla. Tapi C…