Langsung ke konten utama

Not Discriminate!

Tadi pas di sekolah, gue ikut semacam pendidikan karakter yang emang setiap Sabtu pasti di adain. Dan untuk tadi, sekolah gue ambil tema tentang ga beda2in satu sama lain. Udah biasa sih emang ya, biasa banget malah, negara kita kan penuh keberbedaan gini. Jadi secara otomatis kita harus dituntut buat ga membeda2kan, malah harus bisa saling bekerja sama biar nih negara bisa maju.Tapi sadar ga sih kita guys, kadang2 kita suka lho ngebeda2in ornag lain. Ga cuma dari segi kekayaan aja. Kadang juga bisa dari segi warna kulit lah, agama lah, suku lah, dan sebagainya. Kita sering ngerasa kita yang paling baik dan paling bener. Sebenernya ga sepenuhnya juga sih kita bener, bisa juga kan kita itu salah.
Pas sesi pertama, jam 7-8, kelas gue disuruh buat presentasi tentang ga beda2in ini. Ada kelompok yang ngepresentasiin tentang tokoh2 dunia yang ga beda2in orang lain. Mereka pada nyebutin Abraham Lincoln, Barrack Obama, Gus Dur, Henry Dunant, dan sebagainya. Wow. Jujur aja, gue sebagai pribadi cukup iri sama mereka. Kok mereka bisa sih lakuin kayak gitu? Gue juga pengen dong. Setelah kelompok pertama ini maju, dilanjut sama kelompok kedua.

Nah, pas kelompok kedua ini, feelnya kayak berasa gitu, padahal ya biasa aja sih presentasi mereka. Kelompok kedua ini pada nampilin video2 yang ga beda2in orang. Kayak video pertama, mereka muter tentang seorang Bokap yang mau dengan senang hati ngebuat anaknya yang cacat jadi diterima sama orang lain dnegan ikut berbagai macam lomba. Ada lomba renang lah, ada lomba naik sepeda lah, malah ada lomba lari. Dan Bokapnya lah yang jadi perenang, pengayuh, dan pelarinya dengan mendorong/menarik alat yang membawa anaknya itu. Errr… Gue bener2 ga kebayang gimana capeknya tuh kalo kayak gitu. Pasti SUPER CAPEK dan ga tau deh gimana remuknya.Video kedua nyeritain tentang Paralimpyc. Tau dong tentnag nih tournament yang emang sengaja diadain buat orang2 yang punya kekurangan dalam tubuh mereka? Gue cukup terperangah ngeliat video ini. Mereka yang kekurangan lho bisa bikin prestasi sehebat itu, dan menunjukkan senyum yang lebar banget. Dan lagi2 rasa iri muncul di benak gue. Gue bayangin dan mikir, kapan gue bisa kayak mereka? Bukan, bukan gue pengen cacat kayak mereka ya.. *Jangan sampe, Ya Tuhan…* tapi gue pengen bisa kayak mereka yang bisa bikin prestasi2 yang heabt kayak mereka.Video ketiga sih nunjukkin seorang psikolog yang…eum…cacat... Lo pasti taulah siapa namanya, Cuma gue lupa J. Di videonya diceritain kalo orang ini tuh bisa ngemotivasiin orang yang sempurna, yang ga punya cacat dengan kata2 dan kalimat2nya. Padahal dirinya sendiri kayak gitu.
Dari ketiga video itu, kelompok kedu angasih kesimpulan, jangan suka beda2in orang dari segi fisik, apalagi orang yang cacat, karena mereka juga bisa kayak kita, mereka bisa jadi pemenang dan jadi motivator.
And then, this time for my team! Dan you know what? Kelompok gue pake foto gue!! Arrrrgkh!!! Malu banget, apalagi tuh foto nunjukkin muka yang SUPER KUCEL gara2 abis di toko Mami gue! Tapi akhirnya, karena nih foto cuma yang satu2nya, ya udah, gue pasrah aja. Dan akhirnya gue ceritain apa isi foto itu. Fotonya sih biasa ya, kayak foto dua orang gitu. Cuma bedanya, di foto ini tuh, gue foto sama babysitter adek gue. Gue bilang aja sama anak2 di kelas, kalo di keluarga gue ga pernah ngebedain orang2, baik itu majikan ataupun pembantu, semua sama. Bahkan gue temenan sama babysitter adek gue itu.
Dari sini kita bisa tau, kalo keberbedaan itu sebenernya bukan sarana untuk mencari siapa yang hebat siapa yang menang, tapi kita malah diminta untuk hidup berdampingan dan saling menolong, biar ntar ga nimbulin hal2 yang ga ngenakin.
Oke, tulisan inimakin ngaco, jadi lebih baik gue tutup aja ya.. And, see you guys :*

Postingan populer dari blog ini

[DRABBLE] : DON’T SICK AGAIN, YO… Pagi itu, saat upacara bendera, aku melihatnya yang tiba-tiba berlari. Semua mata menatap dirinya yang memucat. Ya ampun, dia kenapa? Aku pun memutuskan untuk mengikutinya. Dan ternyata, dia berlari ke arah toilet. Toilet cowok.
Sesampai di toilet, aku bias mendengar suara orang muntah, yang kuyakini adalah dirinya. Sesekali terdengar batuk yang keras dan rintihan menahan rasa sakit. Aku harus masuk dan melihatnya. Aku sudah tidak peduli dengan status tempat ini yang bernama ‘toilet cowok’.

[Cerpen] Biakan Aku Pergi

Biakan Aku Pergi
#Ini pengganti yang ‘The Last Valentine’. Kenapa aku ganti? Karna feel cerita yang judulnya itu udah ga ada lagi. udah memudar *cielah bahasa gue—a* Ini aku pake CakShil kok, tenang, masih menuhin request’an Kakak Nia Sumiati tercintah *eh! Dan masih sesuai request’an kok. So, mending lanjut aja yaa... Happy reading, don’t forget to comment and give your thumbs, right!#
“Aku mau kita putus.”ucap Cakka pada Shilla.
“Putus? Kenapa?”tanya Shilla sambil menatap Cakka dalam, berusaha mencari kebohongan di manik mata Cakka, tapi nihil.
“Aku udah ga nyaman sama kamu.”jawab Cakka.
“Gitu?” “Iya.”jawab Cakka –lagi-
“Oke, kita putus.”ujar Shilla lalu beranjak dari kursinya, berniat pergi dari cafe.
Cakka mengusap wajahnya saat punggung Shilla mulai menghilang dari pandangannya. Dadanya terasa terhimpit saat mengatakan kata ‘putus’ tadi. Jujur saja, semuanya yang ia ucapkan tadi adalah bohong belaka. Cakka masih sangat menyayangi Shilla, dan masih nyaman di sebelah Shilla. Tapi C…