Langsung ke konten utama

Saranghae ♥♥


Saranghae ♥♥


Aku ingin menatap semburat merah sang mentari bersamamu
Menikmati merdu aliran angin senja
Bersama lalui samudera kehidupan
Yang selalu diterpa ombakan  masalah
Namun, entahlah…
Mungkin itu tak pernah terjadi
Mungkin itu hanya untaian asa semu ku seorang
Haah… Aku sadari itu
Kar’na kini dirimu telah pergi
Memilih ‘tuk jadi tautan hatinya
Tuk jadi sandaran bagi dirinya
Kini tinggalah aku sendiri
Berteman sepi
Bersenda dengan kekalutan hati
Tak banyak kata kuingin ucapkan padamu
Hanya… Satu kata indah
Yang tak kan pernah kau balaskan : Saranghae ♥♥

Senin, 29-10-12, 09.12 a.m
XIS2, TaLyt

Postingan populer dari blog ini

[DRABBLE] : DON’T SICK AGAIN, YO… Pagi itu, saat upacara bendera, aku melihatnya yang tiba-tiba berlari. Semua mata menatap dirinya yang memucat. Ya ampun, dia kenapa? Aku pun memutuskan untuk mengikutinya. Dan ternyata, dia berlari ke arah toilet. Toilet cowok.
Sesampai di toilet, aku bias mendengar suara orang muntah, yang kuyakini adalah dirinya. Sesekali terdengar batuk yang keras dan rintihan menahan rasa sakit. Aku harus masuk dan melihatnya. Aku sudah tidak peduli dengan status tempat ini yang bernama ‘toilet cowok’.

[Cerpen] Biakan Aku Pergi

Biakan Aku Pergi
#Ini pengganti yang ‘The Last Valentine’. Kenapa aku ganti? Karna feel cerita yang judulnya itu udah ga ada lagi. udah memudar *cielah bahasa gue—a* Ini aku pake CakShil kok, tenang, masih menuhin request’an Kakak Nia Sumiati tercintah *eh! Dan masih sesuai request’an kok. So, mending lanjut aja yaa... Happy reading, don’t forget to comment and give your thumbs, right!#
“Aku mau kita putus.”ucap Cakka pada Shilla.
“Putus? Kenapa?”tanya Shilla sambil menatap Cakka dalam, berusaha mencari kebohongan di manik mata Cakka, tapi nihil.
“Aku udah ga nyaman sama kamu.”jawab Cakka.
“Gitu?” “Iya.”jawab Cakka –lagi-
“Oke, kita putus.”ujar Shilla lalu beranjak dari kursinya, berniat pergi dari cafe.
Cakka mengusap wajahnya saat punggung Shilla mulai menghilang dari pandangannya. Dadanya terasa terhimpit saat mengatakan kata ‘putus’ tadi. Jujur saja, semuanya yang ia ucapkan tadi adalah bohong belaka. Cakka masih sangat menyayangi Shilla, dan masih nyaman di sebelah Shilla. Tapi C…