Langsung ke konten utama

Her name is Tannia Aisyah Sugiarto => My First Little Sister :) :*


WELCOME to the world, my sisterrr^^ 
Cepet gedeee biar bisa cece ajarin dandan sama pacaran *kkk~ Dan jadi gadis yang cantik dengan budi luhur
Pesen Cece sih, siapin mental ngadepin busuknya dunia aja ya, sayang... Tapi, jangan takut, ada Mama, Papa, Koko Yongki, sama Cece, kita akan selalu ada di belakang Tannia buat dukung apapun yang Tannia lakuin, asal itu baik dan beralasan kuat
WE LOVE YOU TANNIAAA^^

P.S : nanti pasudah libur, Cece pasti kunjungi Tannia buat yang pertama kali, dan Cece janji, Cece ga akan lewatin, proses-proses pertumbuhannya Tannia, sama kayak yang Cece lakuin ke Koko Yongki. Karena, kalian adek-adek Cece yang paliiiiing Cece sayang... :*
ini kayaknya pas baru lahir deh, masih di ranjangnya rumah sakit kan?





her name is Tannia Aisyah Sugiarto, born on 12 Februari 2014


Postingan populer dari blog ini

[DRABBLE] : DON’T SICK AGAIN, YO… Pagi itu, saat upacara bendera, aku melihatnya yang tiba-tiba berlari. Semua mata menatap dirinya yang memucat. Ya ampun, dia kenapa? Aku pun memutuskan untuk mengikutinya. Dan ternyata, dia berlari ke arah toilet. Toilet cowok.
Sesampai di toilet, aku bias mendengar suara orang muntah, yang kuyakini adalah dirinya. Sesekali terdengar batuk yang keras dan rintihan menahan rasa sakit. Aku harus masuk dan melihatnya. Aku sudah tidak peduli dengan status tempat ini yang bernama ‘toilet cowok’.

[Cerpen] Biakan Aku Pergi

Biakan Aku Pergi
#Ini pengganti yang ‘The Last Valentine’. Kenapa aku ganti? Karna feel cerita yang judulnya itu udah ga ada lagi. udah memudar *cielah bahasa gue—a* Ini aku pake CakShil kok, tenang, masih menuhin request’an Kakak Nia Sumiati tercintah *eh! Dan masih sesuai request’an kok. So, mending lanjut aja yaa... Happy reading, don’t forget to comment and give your thumbs, right!#
“Aku mau kita putus.”ucap Cakka pada Shilla.
“Putus? Kenapa?”tanya Shilla sambil menatap Cakka dalam, berusaha mencari kebohongan di manik mata Cakka, tapi nihil.
“Aku udah ga nyaman sama kamu.”jawab Cakka.
“Gitu?” “Iya.”jawab Cakka –lagi-
“Oke, kita putus.”ujar Shilla lalu beranjak dari kursinya, berniat pergi dari cafe.
Cakka mengusap wajahnya saat punggung Shilla mulai menghilang dari pandangannya. Dadanya terasa terhimpit saat mengatakan kata ‘putus’ tadi. Jujur saja, semuanya yang ia ucapkan tadi adalah bohong belaka. Cakka masih sangat menyayangi Shilla, dan masih nyaman di sebelah Shilla. Tapi C…